Pages

Sunday, April 19, 2020

Selintas cahaya


Selintas Cahaya

Bayangmu kembali membekap pikiran – pikiran ini
Membuat melayang ke fatamorgana
Tergelitik melanggar azam yang telah terikrar

Cintalah  yang mengobarkan hasrat hati
Mencari tau derap langkah yang kau tuju
Tapi….
 iman begitu kuat memenjarakanku dibalik jeruji  malu

Selintas cahaya
Bagaimana bisa kini sungai nil menjadi alas tidurmu
Dan langit pyramida  menjadi selimutmu
Sedangkan kakiku masih tertahan di tanah melayu

Selintas cahaya
Terkadang egoku  diliputi rasa  cemburu
Pada  gadis-gadis Cleopatra
akankah aku dapat mengganti mata ini dengan mata mereka
Agar mudah bagiku  melihatmu sepanjang masa

Oh Cleopatra
Kau tau
Syair ini takkan mungkin terbang ke kota dimana fir’aun pernah berkuasa
Dimana ada sebuah nama yang kini
berjuang menorobos kejahiliyahan
Dimana ada sebuah nama
yang selalu membekap angan-angan perjumpaan
dan disanalah  sebuah  nama yang tak pernah tau
ada cinta yang  layu sebelum berkembang.
Dialah selintas cahaya….
Cahayanya begitu menyilaukan
Tapi tak dapatku raba

Madura, 12 maret 2014

No comments:

Post a Comment