Selintas
Cahaya
Bayangmu kembali membekap pikiran – pikiran ini
Membuat melayang ke fatamorgana
Tergelitik melanggar azam yang telah terikrar
Cintalah yang
mengobarkan hasrat hati
Mencari tau derap langkah yang kau tuju
Tapi….
iman begitu kuat
memenjarakanku dibalik jeruji malu
Selintas cahaya
Bagaimana bisa kini sungai nil menjadi alas tidurmu
Dan langit pyramida menjadi
selimutmu
Sedangkan kakiku masih tertahan di tanah melayu
Selintas cahaya
Terkadang egoku diliputi
rasa cemburu
Pada gadis-gadis Cleopatra
akankah aku dapat mengganti mata ini dengan mata mereka
Agar mudah bagiku melihatmu sepanjang masa
Oh Cleopatra
Kau tau
Syair ini takkan mungkin terbang ke kota dimana fir’aun
pernah berkuasa
Dimana ada sebuah nama yang kini
berjuang menorobos kejahiliyahan
Dimana ada sebuah nama
yang selalu membekap angan-angan perjumpaan
dan disanalah sebuah nama yang tak pernah tau
ada cinta yang layu
sebelum berkembang.
Dialah selintas cahaya….
Cahayanya begitu menyilaukan
Tapi tak dapatku raba
Madura, 12 maret 2014
Madura, 12 maret 2014
No comments:
Post a Comment